Assessment as Learning dalam Pembelajaran Statistika: Model untuk Mengukur Kemampuan Critical Thinking dan Problem Solving Mahasiswa
Penulis :
Nusrotus Sa'idah, M.Pd. (Dosen UNISNU JEPARA)
Prof. Dr. Jailani, M.Pd. (Guru Besar UNY Yogyakarta)
Dr. Sudiyatno, M.E. (Dosen UNY Yogyakarta)
Halaman : viii + 204
Ukuran : 14 x 21 cm
ISBN : 978-634-05-2234-1
Harga : Rp. 127.000,-
Sinopsis
Pembelajaran statistika di perguruan tinggi tidak cukup diarahkan pada penguasaan rumus dan prosedur analisis data. Mahasiswa perlu mampu memahami masalah berbasis data, menentukan variabel, memilih teknik analisis yang tepat, menguji asumsi, menginterpretasikan hasil, serta menarik kesimpulan berdasarkan bukti. Namun, praktik asesmen dalam pembelajaran statistika masih sering berorientasi pada hasil akhir sehingga proses berpikir mahasiswa belum sepenuhnya tergambarkan. Buku Model Assessment as Learning dalam Pembelajaran Statistika untuk Mengukur Critical Thinking dan Problem Solving Mahasiswa menawarkan kerangka konseptual dan operasional untuk menerapkan Assessment as Learning sebagai model asesmen yang menempatkan mahasiswa sebagai subjek aktif melalui self-assessment, peer-assessment, lecturer assessment, dan feedback.
Model dalam buku ini berorientasi pada pengukuran dan pengembangan kemampuan critical thinking dan problem solving melalui tugas berbasis masalah statistik, rubrik penilaian CT-PS, observasi keterlaksanaan, analisis hasil asesmen, pelaporan hasil, dan tindak lanjut pembelajaran. Fokus materi diarahkan pada analisis data penelitian dengan mengintegrasikan pemahaman konsep, prosedur analisis, interpretasi output, dan pengambilan keputusan berbasis bukti. Buku ini dapat digunakan oleh dosen, mahasiswa, peneliti pendidikan, dan pengembang asesmen sebagai panduan dalam merancang pembelajaran yang lebih reflektif, partisipatif, dan berbasis data. Meskipun dikembangkan dalam konteks pembelajaran statistika di perguruan tinggi, prinsip dan alur model ini dapat direplikasi atau diadaptasi pada mata kuliah lain maupun mata pelajaran di jenjang sekolah menengah yang menuntut kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, refleksi, dan pengambilan keputusan berbasis bukti.